Pria introvert dan pendiam seperti Bear, seharusnya menjadi
“anak baik” layaknya manusia pada umumnya. Tidak suka membuat onar, tidak
bereaksi berlebihan, dan sangat canggung. Namun siapa kira, anak baik ini
adalah the real tokoh paling antagonis?
Bear, pria manis yang tidak bisa menyatakan cinta pada
sahabatnya, Nikki. Jangankan untuk menyatakan, mengekspresikan sesuatu yang
datang dari wajah introvertnya saja perlu tenaga dan waktu yang cukup panjang
prosesnya.
Pada suatu hari, Bear pergi ke sebuah toko dan menemukan
kado unik untuk Nikki, One Wish Willow, namanya. Kata si penjaga toko, barang
itu bisa mengabulkan permintaan. Tentu itu lelucon bukan? Itulah yang
dipikirkan Bear sebagai manusia normal. Seperti kado uniknya, ia berpikir ini
barang yang tepat untuk seorang Nikki yang anti mainstream.
Malam yang lain, Bear mengantarkan Nikki pulang dan ia tidak
bisa memberikan hadiah itu sampai Nikki keluar dari mobil. Benar-benar merasa
kesal pada dirinya sendiri, kemarahannya meluap dan berharap pada One Wish
Willow. Petunjuknya, cukup ucapkan harapanmu lalu patahkan rantingnya. "I
wish that Nikki Freeman would love me more than anyone in the entire
world." Ia patahkan benda itu. Dalam sekejap, Nikki kembali ke mobil
menemui Bear dan Nikki sangat jatuh cinta padanya.
Setelah itu, mereka tinggal bersama. Nikki menjadi sangat
posesif dan manipulatif, seperti bukan dirinya. Tak hanya meneror Bear
kekasihnya. Siapa pun yang berhubungan dengan Bear, Nikki harus selalu
dilibatkan. Bahkan teman baik mereka berdua, Sarah, yang memang teman curhat
Bear, disiksa sampai mati oleh Nikki karena cemburu. Lalu apa yang membuat Bear
menjadi orang yang jahat diantara tokoh yang lain?
Aku pikir, Bear orang yang “terlalu baik”, terlalu pendiam,
terlalu banyak takut. Dan sebuah terlalu itu, tidak membuat manusia menjadi
baik melainkan mengakibatkan malapetaka.
Sementara Nikki adalah korban. Akibat keegoisan dari seorang
pria yang sangat mencintai gadis yang bahkan tidak bisa ia ungkapkan secara
langsung. Betapa pengecutnya. Diam-diam mengharapkan balasan cinta dengan
berharap pada benda lain, karena ia takut ditolak, takut tidak sesuai harapan,
takut berbicara. Ketika ia mendapatkan cintanya, ia tidak bisa berkata jujur,
baik saat kejadian-kejadian kecil (bahkan itu tidak kecil) ia mengabaikannya
dan lagi-lagi tidak bisa berbicara apa pun, setidaknya pada sahabat-sahabatnya.
Hingga Sarah mati pun, Bear tetap memandamnya, ia menyembunyikan mayatnya dan
membiarkan Sarah dianggap menghilang begitu saja.
Aku pikir ini bukan sekadar tentang introvert, sifat
introvert tidak mengganggu kewarasan dan empati seseorang. Menjadi orang yang
pendiam, tidak bisa menjadi diam pada segala situasi. Saat menemukan satu celah
kesalahan atau hal yang tidak beres, bukankah batin kita harus merasa
terganggu? Inilah yang salah dari kepribadian Bear. Ia memang memikirkan
masalah ini, tapi tidak sampai pada batinnya. Nikki yang sebelumnya merupakan
gadis baik, cuek dan santai berubah menjadi iblis pembunuh. Walaupun bukan atas
kesadarannya. Lagi-lagi kesalahan ini jatuh pada Bear, karena ia yang
sepenuhnya sadar dan paham pada situasi ini sedari awal. Hanya Bear.
Selain itu, membahas soal One Wish Willow yang didalamnya
terdapat entitas buruk, aku teringat drama korea berjudul If Wishes Could
Kill, yang menceritakan soal kutukan di dalam aplikasi gawai yang
diciptakan oleh siswa sekaligus anak seorang dukun, siapa pun yang
menggunakannya akan terkena kutukan sampai mati. Dari drama ini, aku
menciptakan pikiran non fiksi di kepalaku pada film The Obsession, mungkin One
Wish Willow juga serupa, di dalamnya terdapat kutukan yang diciptakan oleh
seroang ahli supranatural.
Pada drama tersebut anak-anak sekolah itu menemukan solusi
dan berani melawan entitas arwah, melibatkan para ahli dari orang-orang dewasa.
Bandingkan dengan Bear, seorang yang memang sudah dewasa.
Akhir cerita, ia membeli lagi One Wish Willow dan meminta
bantuan Nikki membuat harapan agar mereka semua kembali ke keadaan normal. Tapi
terdapat kekacauan di tengah-tengah yang menewaskan kembali sahabat mereka,
Ian, ditembak mati oleh Nikki. Hingga akhirnya Bear mengunci diri di toilet dan
memberanikan bunuh diri dengan meminum racun dalam upaya membereskan kekacauan
yang terjadi. Semetara One Wish Willow tertinggal di tangan Nikki, ia berharap
Bear mencintai Nikki sepenuhnya. Setelah Bear meminum racun, Bear membuka pintu
dan cinta mati seperti harapan Nikki.
Namun aku bersyukur, Bear lebih dulu meminum racun hingga
mati. Berkat kematiannya, Nikki kembali “normal” walau tidak lagi bisa hidup
dalam keadaan normal seperti sedia kala. Aku pikir Bear memang pantas
mendapatkannya. Romansa palsu yang ia nikmati dan mengorbankan orang-orang yang
tidak bersalah, adalah bayaran yang harus diganti dengan amat mahal. Bahkan
kedua sahabatnya tidak bisa kembali hidup walaupun Bear telah mati. Sementara
Nikki akan hidup dalam kerugian, kebingungan, kesepian, dan rasa bersalah
seumur hidup.
Hingga akhir hayat, Bear adalah peran antagonisnya. Anak
pendiam, is the new evil.

